K’Q'&P’
dua hari yang melelahkan karena sepertinya keadaan memburuk. aku harus bersikap sebab hampir seisi istanaku berselisih dengan kawanan baru dipulau seberang. padahal kalau saja semua mau mengerti ini bukanlah sesuatu yang besar. hanya perlu telinga untuk mendengar dan hati untuk mengerti. karena dalam beberapa hal tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar. semoga semuanya membaik segera. tapi aku jadi mengerti ternyata sangat sulit untuk mengerti karakter natural orang lain, karena bukan hanya satu atau dua tapi seribu orang! jadi siapa kawan dan siapa lawan? sejarah berbicara banyak raja yang mati ditangan orang terdekatnya. berita miring dan belati yang tersembunyi selalu mengintai jadi aku harus selalu berjaga jaga karena jangan jangan mereka yang akan membunuhku! meskipun aku selalu percaya tidak seorang pun dari mereka akan menjadi duri di istanaku. jadi aku harus bagaimana sementara ratu ku ada dipulau seberang hidup bersama orang orang yang selalu aku anggap kawan walaupun aku tidak pernah tahu rencana apa yang otak mereka rancang. diam sajakah? menyeberangkah? atau tinggalkan saja kerumunan sehati ini meskipun selama ini aku dan mereka hidup sebagai keturunan orang orang besar. aku tak pernah bahagia dan lelah kalau harus berpikir lagi bagaimana caranya untuk berbagi kekuasaan dengan kekuatan! aku hanya tak mau keadaan ini semakin memisahkan ku dengan ratu ku dipulau seberang. jalan ini semakin sempit untuk dilewati sekalipun aku berwujud tiupan angin! racun ini akan membunuh perlahan lahan tapi pasti!
satu malam akhirnya aku berpikir untuk menjalani hidup sendiri. lepas dari keramaian istanaku dari suara penasehat penasehat ku; benar benar sendiri, demonstrasi hati untuk menguji diri apakah orang yang berjiwa besar! kemudian aku menghilang sekejap dan kembali dengan senyum yang sempat hilang. sepertinya begini memang lebih baik. aku akan selalu berhati hati dengan mulut dan lidahku, berjaga - jaga dengan pedangku, hidup dengan jiwa besarku, bersedih dengan malaikatku dan tertawa dengan hatiku! aku tidak akan pernah lagi jatuh lagi karena hidupku adalah rancangan yang berkemenangan. aku berharap kawanan ku pun demikian.
bagaimana dengan ratu ku? aku hanya tersenyum kecil sambil berkata dalam hati “waktu pasti menjawab mengapa aku disebut raja dan dia ku sebut ratu, aku percaya racun ini tidak akan pernah membunuhku”.
“bagi dunia mungkin kamu bukan seseorang, tapi bagi seseorang kamu adalah dunianya”.
April 29th, 2008 at 1:50 am
wow… amazing